Minggu, 16 Oktober 2016

TUJUAN DI DIRIKANNYA NU DAN ARTI LAMBANG NU




TUJUAN DI DIRIKANNYA NU 
DAN ARTI LAMBANG NU


Disusun guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah:
‘‘Ke NU-an ASWAJA”


Dosen Pembimbing:
Bpk. MATHORI M.Pd.I







Disusun Oleh:

MOHAMAD SAHRUL MUHAROM





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI )
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN ( FTIK )
INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN DIPONEGORO
( IAI PD ) NGANJUK




JANUARI 2015




KATA PENGANTAR


   Alhamdulillah ,dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat kesempatan, nikmat kesehatan, sehingga  kami bisa menyelesaikan tugas yang telah diberikan dosen.
      Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada nabi kita Muhammad SAW yang kita harap syafa’atnya nanti di hari kiamat.  Dengan tugas yang di berikan dosen, kami merasa bersyukur karena pandangan kami,  dengan tugas ini bisa memberikan dorongan pada kami dan melatih kami untuk membuat sesuatu yang terkait dengan pembuatan makalah, ringkasan, skripsi dan sebagainya.
       Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.






   Nganjuk, 16 Januari 2015


              Penyusun








DAFTAR ISI




Kata Pengantar ………………………………………………… 1
Daftar Isi           ………………………………………………… 2
 


BAB II PEMBAHASAN

A.   Tujuan didirikan NU ……………………………………….. 3
B.   Lambang NU              ……………………………………….. 4
C.   Arti lambang              ……………………………………….. 4



BAB III PENUTUP

D.   Kesimpulan   ………………………………………………... 5
E.    Saran             ………………………………………………... 5
F.    Daftar pustaka ……………………………………………… 5




  


BAB II
PEMBAHASAN


A.      Tujuan didirikan NU

OrganisasiKemasyarakatan (Ormas) NahdlatulUlama (NU) didirikan salah satu tujuannya ialah untuk menolak penguasa kerajaan dinasti Saudi untuk menyeragamkan pemahaman mengikuti ajaran atau pemahaman ulama Najed yakni Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengikuti pola pemahaman IbnuTaimiyyah
Tujuan didirikannya NU di antaranya adalah:
1)      memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal-  Jamaah dengan mengikuti pola madzhab empat: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hanbali,
2)      mempersatukan langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya, dan
3)      melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.
Demikian latar belakang berdirinya NU dalam perspektif keorganisasian, seperti ditulis dalam mukaddimah Aswaja An-Nadhiyyah halaman 1.
Sementara itu,berdirinyaNU secara ideologis dan teologis juga tidak dapat dilepaskan dari keprihatinan para kiai pesantren terhadap masuknya ajaran-ajaran non Ahlusunahwal-Jamaah ke Indonesia yang mulai mengancama kidah umat.Hadlratusysyaikh KH. Mohammad HasyimAsy’ari dalam kitabnya RisalahAhlus-Sunnahwal-Jamâ‘ah menyebutkan beberapa aliran yang mulai masuk dan menyerang kaum Muslimin di Indonesia sejaktahun 1330 H. Di antaranya adalah aliran Wahhabi dan gerakan pemikiran pembaharuan Muhammad Abduhdanmuridnya Muhammad RasyidRidha.
 Tidak dapat dipungkiri bahwa liberalism merupakan upaya westernisasi atau pembaratan ideology dan ajaran Islam.Liberalisme ini lahir dari rahim pemikiran Muhammad Abduh dan Wahhabi. Gerakan pemikiran Wahhabi yang membuka kran ijtihad seluas-luasnya telah menghilangkan otoritas para ulama mujtahid sejak generasi salaf dan diganti dengan otoritas ijtihad individu tanpa memenuhi criteria dan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan oleh para ulama.
Sementara Muhammad Abduh, dengan pemikirannya yang cenderung toleran terhadap peradaban dan pemikiran Barat telah melahirkan tokoh-tokoh liberal angkatan pertama dalam Islam pada abad 19 Masehi seperti Qasim Amin, Thaha Husain, Muhammad Husain Haikal, Ali Abdirraziqdan lain-lain. Melalui tangan-tangan mereka, wacana pemikiran kaum orientalis Barat yang anti Islam mulai masuk ke dalam ranah pemikiran intelektual Muslim yang belajar di Mesir sejak pertengahan abad 20 yang lalu.Takayal apabila di kemudian hari, liberalism juga menyerang ranah pemikiran kaum intelektual warga Nahdliyyin, yang seharusnya menjadi benteng  ASWAJA.
3
B.       Lambang
Dalam Anggaran Dasar NU, Pasal 4, disebutkan “Lambang Nahdlatul Ulama berupa gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh 9 (sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis katulisitiwa, yang terbesar diantaranya terletak di tengah atas, sedang 4 (empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah katulisitiwa, dengan tulisan NAHDLATUL ULAMA dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri, semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.”
C.    Arti Lambangn-u-lambang
a. Gambar bola dunia
melambangkan tempat hidup, tempat berjuang, dan beramal di dunia ini dan melambangkan      pula bahwa asal kejadian manusia itu dari tanah dan akan kembali ke tanah.
b. Gambar peta pada bola dunia merupakan peta Indonesia
melambangkan bahwa Nahdlatul Ulama dilahirkan di Indonesia dan berjuang untuk kejayaan Negara Republik Indonesia.
c. Tali yang tersimpul melambangkan persatuan yang kokoh, kuat;
Dua ikatan di bawahnya merupakan lambing hubungan antar sesama manusia dengan Tuhan;
Jumlah untaian tali sebanyak 99 buah melambangkan Asmaul Husna.
d. Sembilan bintang yang terdiri dari lima bintang di atas garis katulistiwa dengan sebuah bintang yang paling besar terletak paling atas,
melambangkan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat manusia dan Rasulullah;
Empat buah bintang lainnya melambangkan kepemimpinan Khulaur Rasyidin yaitu Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Empat bintang di garis katulisitiwa melambangkan empat madzab yaitu Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali.
Jumlah bintang sebanyak 9 (sembilan) melambangkan sembilan wali penyebar agama Islam di pulau Jawa.
e. Tulisan Arab “Nahdlatul Ulama”
menunjukkan nama dari organisasi yang berarti kebangkitan ulama. Tulisan Arab ini juga dijelaskan dengan tulisan NU dengan huruf latin sebagai singkatan Nahdlatul Ulama.
f. Warna hijau dan putih
warna hijau melambangkan kesuburan tanah air Indonesia dan warna putih melambangkan kesucian.

BAB III
PENUTUP


A.    KESIMPULAN

Tujuan didirikannya NU di antaranya adalah:
1)      memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal-  Jamaah dengan mengikuti pola madzhab empat: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hanbali,
2)      mempersatukan langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya, dan
melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.


B.     SARAN

 Berdasarkan keterangan tentang tujuan didirikan dan arti lambing NU di atas saya berharap pemuda pemuda NU (muslim) dapat menelaah dan bias melanjutkan perjuangan mempertahankan agama Islam , terutama dalam akidah dan Akhlak yang berdasarkan ajaran-ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah .






Daftar pustaka

Ainul, Yaqin, Warga NU, Aktivis Lembaga Kajian Islam Hanif (L-Jihan) Sidogiri.com

Ali Khaidar, ONahdlatul Ulama dan Islam Indonesia; Pendekatan Fiqih dalam Politik, Jakarta : Gramedia, 1995,



1 komentar:

  1. NU selalu dihati,,,,gambar lambang nu dari proses penciptaanya saja sangat panjang dan dihasilkan dari gabungan keahlian seni, riyadhoh, dan istikharoh yang panjang

    BalasHapus