Senin, 10 Oktober 2016

TINJAUAN FILSAFAT TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM



TINJAUAN FILSAFAT
TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM

Disusun guna untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah
“ FILSAFAT PENDIDIKAN “
Dosen pengampu :
 Dr. H. SOIM, M.Pd.I

iai
Disusun oleh : Kelompok 6
      Anggota :
1.    Abdul Rochim
2.    Ahmad Arisoden
3.    Mohamad Sahrul Muharom
4.    Solikin Hadi Saputro

INSTITUT AGAMA ISLAM ( I A I )
PANGERAN DIPONEGORO
 NGANJUK

OKTOBER 2015



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr wb.
      
      Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat,taufiq dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa umatnya diperadaban saat ini dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
      Dalam makalah ini kami membahas tentang “ TINJAUAN FILSAFAT TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM ”. Makalah ini di buat untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
“ FILSAFAT PENDIDIKAN “ yang dibimbing oleh Bapak Dr. H. SOIM, M.Pd.I
       Dengan tujuan agar mahasiswa mengetahui dan mengenal beberapa isi dan makna yang terkandung di dalamnya.
       Kami menyadari bahwa tugas ini jauh dari kesempurnaan, Sehingga kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang.
      Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca, Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.







Nganjuk, 19 Oktober 2015



Penyusun




DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................................................i
Kata pengantar....................................................................................................................................ii
Daftar isi...............................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.  Latar belakang 1
1.2.  Rumusan Masalah 1
1.3.  Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1.   Pengertian Evaluasi 2
2.2. Pengertian Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi 3
2.3. Tujuan dan Fungsi Penilaian 4
2.4. Ciri Penilaian Pendidikan 5
2.5. Prosedur Evaluasi 6
BAB III PENUTUP
3.1. .Kesimpulan 7


DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Evaluasi dalam pendidikan merupakan salah satu kunci bagi seorang guru untuk dapat mengetahui tingkat kesuksesan dalam mentrasnferkan ilmunya kepada siswa. Dengan adanya evaluasi, akan dapat diketahui kebaikan serta kelemahan pembelajaran yang dilaksanakan. Untuk kemudian dapat ditingkatkan agar lebih memberikan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran bagi siswa.

1.2.Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
a.    Apa definisi dari evaluasi, dan apa kaitan antara pengukuran, penilaian dan
evaluasi?
b. Apa tujuan dan fungsi dari penilaian?
c. Apa saja ciri penilaian pendidikan ?

1.3 Tujuan
            Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah :
a.    Untuk mengetahui pengertian evaluasi, dan apa kaitan antara pengukuran,
penilaian dan evaluasi?
b. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi dari penilaian.
c. Untuk mengetahui ciri penilaian pendidikan.

 
BAB II
PEMBAHASAN


2.1.  Pengertian Evaluasi

Menurut Bloom et. Al (1971) : Evaluasi sebagaimana kita lihat, adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri siswa.
Menurut Stufflebeam et.al (1971) : Evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternative keputusan.
Selain istilah evaluasi seperti yang tercantum diatas, kita dapati pula istilah pengukuran dan penilaian. Coba perhatikan contoh-contoh berikut :
a.       Apabila ada orang yang akan memberi sebatang tongkat kepada kita, dan kita
disuruh memilih antara dua tongkat yang tidak sama panjangnya, maka tentu saja kita akan memilih yang “panjang”. Kita tidak akan memilih yang “pendek” kecuali ada alasan yang sangat khusus.
b.      Pasar, merupakan suatu tempat bertemunya orang-orang yang akan menjual dan membeli. Sebelum menentukan barang yang akan dibelinya, seorang pembeli akan memilih dahulu mana barang yang lebih “baik” menurut ukurannya. Semuanya itu dipertimbangkan karena menurut pengalaman sebelumnya.
Dari contoh-contoh diatas ini dapat kita simpulkan bahwa sebelum menentukan pilihan, kita mengadakan penilaian terhadap benda-benda yang akan kita pilih. dari langkah kegiatan yang dilalui sebelum mengambil barang untuk kita, itualh yang disebut mengadakan evaluasi, yakni mengukur dan menilai. Kita dapat mengadakan penilaian sebelum kita mengadakan pengukuran.
Didalam istilah asingnya, pengukuran adalah measurement, sedang penilaian adalah evaluation. Dari kata evaluation inilah diperoleh kata Indonesia evaluasi yang berarti menilai.

2.2. Pengertian Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi

Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif.
Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk, penilain bersifat kualitatif
Mengadakan evaluasi meliputi kedua langkah diatas, yakni mengukur dan menilai.
Pada awalnya, pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajat siswa. Definisi yang pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler (1950). Ahli ini mengatakan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum dan apa sebabnya. Definisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli lain, yakni Cronbach dan stufflebeam. Tambahan definisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekadar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan.
            Guru patut dibekali dengan evaluasi sebagai ilmu yang mendukung tugasnya, yakni mengevaluasi hasil belajar siswa. Dalam hal ini guru bertugas mengukur apakah siswa sudah menguasai ilmu yang dipelajari oleh siswa atas bimbingan guru sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.
Pembelajaran bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan prestasi belajar, karena prestasi merupakan hasil kerja yang keadaannya sangat kompleks.
Apabila sekolah diumpamakan sebagai tempat mengolah sesuatu dan calon siswa diumpamakan sebagai bahan mentah maka lulusan dari sekolah itu dapat disamakan dengan hasil olahan yang sudah siap digunakan. Dalam istilah inivasi yang menggunakan teknologi maka tempat pengolahan ini disebut transformasi.
a. Input, adalah bahan mentah yang dimasukkan ke dalam transformasi. Dalam dunia sekolah maka dimaksud dengan bahan mentah adalah calon siswa yang baru akan memasuki sekolah.
b. Output, adalah bahan jadi yang dihasilkan oleh transformasi. Yang dimaksud adalah siswa lulusan sekolah yang bersangkutan. Untuk dapat menentukan apakah seorang siswa berhak lulus atau tidak, perlu diadakan kegiatan penilain, sebagai alat penyaring kualitas.
c. Transformasi, adalah mesin yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi. Dalam dunia sekolah, sekolah itulah yang dimaksud dengan transformasi. Bahan jadi yang diharapkan, yang dalam hal ini siswa lulusan sekolah ditentukan oleh beberapa factor sebagai akibat bekerjanya unusr-unsur yang ada yaitu sebagai berikut :
a. Siswa sendiri
b. Guru dan personal lainnya
c. Bahan pelajaran
d. Metode mengajar dan system evaluasi
e. Sarana penunjang
f. System administrasi
- Umpan balik, adalah segala informasi baik yang menyangkut output maupun transformasi. Umpan balik ini diperlukan sekali untuk memperbaiki input maupun transformasi.

2.3. Tujuan dan Fungsi Penilaian

Fungsi penilaian ada beberapa hal :
1. Selektif
Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunyai berbagai tujuan antara lain :                                                                     
a. Untuk memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu
b. Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.
c. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa
d. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah, dsb.
2. Diagnostik
Apabila alat yang digunakan dalam penelitian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Disamping itu, diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. Dengan mengadakan penilaian, guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya, sehingga akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasinya.
3. Penempatan
Untuk menentukan dengan pasti seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu penilaian. Sekelompok siswa yang mempunyai niali yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.
4. Pengukur Keberhasilan
Dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan, keberhasilan program ditentukan oleh beberapa factor yaitu factor guru, metode mengajar, sarana dan system administrasi.

2.4.  Ciri Penilaian Pendidikan

Ciri-ciri penilaian dalam pendidikan , antara lain adalah sebagai berikut :
1) Penilaian dilakukan secara tidak langsung
2) Penggunaan ukuran kuantitatif; artinya menggunakan symbol bilangan sebagai
 hasil pertama pengukuran. Setelah itu diinterpretasikan ke bentuk kualitatif.
3) Penilaian pendidikan menggunakan, unit-unit atau satuan-satuan yang tetap.
4) Bersifat relative; artinya tidak sama atau tidak selalu tetap dari satu waktu ke
waktu yang lain.
5) Dalam penilaian pendidikan itu sering terjadi kesalahan-kesalahan.

Adapun sumber kesalahan dapat ditinjau dari berbagai factor, yaitu :
a. Terletak pada ukurannya
Alat yang digunakan untuk mengukur haruslah baik.
b. Terletak pada orang yang melakukan penilaian
Hal ini berupa :
- Kesalahan pada waktu melakukan penilaian karena factor subjektif penilai telah
berpengaruh pada hasil pengukuran.
- Kecenderungan dari penilai untuk memberikan nilai secara “murah atau mahal”.
- Adanya hallo-effect, yakni adanya kesan penilai terhadap siswa.
- Adanya pengaruh hasil yang diperoleh terdahulu
- Kesalahan yang disebabkan oleh kekeliruan menjumlah angka-angka hasil
penilaian.
c. Terletak pada anak yang dinilai
- Suasana hati akan sangat brpengaruh terhadap hasil penilaian
- Keadaan fisik ketika siswa sedang dinilai
d. Terletak pada situasi di mana penilaian berlangsung
- Suasana gaduh, didalam maupun diluar ruangan dapat mengganggu konsentrasi siswa, demikian pula tingkah laku kawan-kawan disekelilingnya akan mempengaruhi diri siswa dalam mengerjakan soal.
- Pengawasan penilaian.

2.5 Prosedur Evaluasi
Prosedur yang dimaksud adalah langkah-langkah pokok yang harus ditempuh dalam kegiatan evaluasi, yaitu :
(1) Membuat perencanaan, yang meliputi : menyusun kisi-kisi dan uji-coba,
(2) Mengumpulkan data,
(3) Mengolah data,
(4) Menafsirkan data, dan
(5) Menyusun laporan

BAB III
PENUTUP


3.1. Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh , dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternative keputusan.
            Mengadakan evaluasi meliputi dua langkah yaitu mengukur (kuantitatif) dan menilai (kualitatif).
            Tujuan atau fungsi penilaian ada beberapa hal :
1.      Selektif, dengan mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya
2.      Diagnostic, dengan mengadakan penilaian, guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya.
3.      Penempatan, untuk dapat menentukan dimana seorang siswa ditempatkan, digunakan suatu penilaian
4.      Pengukur Keberhasilan, untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.
Ciri dari penilaian pendidikan adalah :
a. Dilakukan secara tidak langsung
b. Penggunaan ukuran kuantitatif
c. Menggunakan unit-unit atau satuan-satuan yang tetap
d. Penilaian pendidikan itu sering terjadi kesalahan-kesalahan



DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini.
 Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan
. Jakarta: Bumi Aksara. Hamalik, Oemar. 2008.
 Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem
. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara: Bandung.
Sudijono, Anas. 2005. Pengantar Evaluasi Pendidikan. PT. Raja Grafindo: Jakarta.
Elsgirl91. 2010. Makalah Subjek dan Objek Evaluasi Pendidikan. (http://elsgirl91.wordpress.com/2010/01/27/makalah-subjek-dan-objek-evaluasi-pendidikan), 23 September 2010.
Rizqi. 2009. Pengembangan Evaluasi Belajar. (http://pinturizqi.wordpress.com/2009/12/04/pengembangan-evaluasi-pembelajaran), 23 September 2010.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar