TINJAUAN FILSAFAT
TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM
Disusun guna
untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah
“ FILSAFAT
PENDIDIKAN “
Dosen pengampu :
Dr. H. SOIM, M.Pd.I

Disusun oleh : Kelompok 6
Anggota :
1. Abdul Rochim
2. Ahmad Arisoden
3. Mohamad
Sahrul Muharom
4. Solikin Hadi
Saputro
INSTITUT AGAMA ISLAM ( I A I )
PANGERAN DIPONEGORO
NGANJUK
OKTOBER 2015
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat,taufiq dan hidayah-Nya, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Sholawat serta
salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi kita Muhammad SAW yang
telah membawa umatnya diperadaban saat ini dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Dalam makalah ini kami membahas tentang “
TINJAUAN FILSAFAT TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM ”. Makalah ini di
buat untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
“ FILSAFAT PENDIDIKAN “ yang dibimbing oleh Bapak Dr. H. SOIM, M.Pd.I
Dengan
tujuan agar mahasiswa mengetahui dan mengenal beberapa isi dan makna yang
terkandung di dalamnya.
Kami menyadari bahwa tugas ini jauh dari
kesempurnaan, Sehingga kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk
perbaikan di masa yang akan datang.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penyusun dan pembaca, Aamiin.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Nganjuk, 19 Oktober 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul.......................................................................................................................................i
Kata
pengantar....................................................................................................................................ii
Daftar
isi...............................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
1
1.2. Rumusan Masalah
1
1.3. Tujuan
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Evaluasi
2
2.2. Pengertian Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi
3
2.3. Tujuan dan Fungsi Penilaian
4
2.4. Ciri Penilaian Pendidikan
5
2.5. Prosedur Evaluasi
6
BAB III PENUTUP
3.1. .Kesimpulan
7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Evaluasi dalam pendidikan merupakan
salah satu kunci bagi seorang guru untuk dapat mengetahui tingkat kesuksesan
dalam mentrasnferkan ilmunya kepada siswa. Dengan adanya evaluasi, akan dapat
diketahui kebaikan serta kelemahan pembelajaran yang dilaksanakan. Untuk
kemudian dapat ditingkatkan agar lebih memberikan keunggulan dalam melaksanakan
pembelajaran bagi siswa.
1.2.Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah dalam makalah ini adalah :
a. Apa definisi
dari evaluasi, dan apa kaitan antara pengukuran, penilaian dan
evaluasi?
b. Apa tujuan dan fungsi dari
penilaian?
c. Apa
saja ciri penilaian pendidikan ?
1.3
Tujuan
Adapun tujuan penulisan dalam
makalah ini adalah :
a. Untuk
mengetahui pengertian evaluasi, dan apa kaitan antara pengukuran,
penilaian
dan evaluasi?
b. Untuk
mengetahui tujuan dan fungsi dari penilaian.
c.
Untuk mengetahui ciri penilaian pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Evaluasi
Menurut
Bloom et. Al (1971) : Evaluasi
sebagaimana kita lihat, adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk
menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan
menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri siswa.
Menurut Stufflebeam et.al (1971) : Evaluasi
merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang
berguna untuk menilai alternative keputusan.
Selain
istilah evaluasi seperti yang tercantum diatas, kita dapati pula istilah
pengukuran dan penilaian. Coba perhatikan contoh-contoh berikut :
a.
Apabila ada orang yang akan
memberi sebatang tongkat kepada kita, dan kita
disuruh
memilih antara dua tongkat yang tidak sama panjangnya, maka tentu saja kita
akan memilih yang “panjang”. Kita tidak akan memilih yang “pendek” kecuali ada
alasan yang sangat khusus.
b.
Pasar, merupakan suatu
tempat bertemunya orang-orang yang akan menjual dan membeli. Sebelum menentukan
barang yang akan dibelinya, seorang pembeli akan memilih dahulu mana barang
yang lebih “baik” menurut ukurannya. Semuanya itu dipertimbangkan karena
menurut pengalaman sebelumnya.
Dari contoh-contoh diatas
ini dapat kita simpulkan bahwa sebelum menentukan pilihan, kita mengadakan
penilaian terhadap benda-benda yang akan kita pilih. dari langkah kegiatan yang
dilalui sebelum mengambil barang untuk kita, itualh yang disebut mengadakan
evaluasi, yakni mengukur dan menilai. Kita dapat mengadakan penilaian sebelum
kita mengadakan pengukuran.
Didalam istilah asingnya,
pengukuran adalah measurement, sedang
penilaian adalah evaluation. Dari kata evaluation inilah
diperoleh kata Indonesia evaluasi yang berarti menilai.
2.2. Pengertian
Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi
Mengukur
adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat
kuantitatif.
Menilai adalah mengambil
suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk, penilain bersifat
kualitatif
Mengadakan evaluasi
meliputi kedua langkah diatas, yakni mengukur dan menilai.
Pada awalnya, pengertian
evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajat siswa. Definisi
yang pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler (1950). Ahli ini mengatakan bahwa
evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana,
dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum,
bagaimana yang belum dan apa sebabnya. Definisi yang lebih luas dikemukakan
oleh dua orang ahli lain, yakni Cronbach dan stufflebeam. Tambahan definisi
tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekadar mengukur sejauh mana tujuan
tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan.
Guru patut dibekali dengan evaluasi sebagai ilmu yang
mendukung tugasnya, yakni mengevaluasi hasil belajar siswa. Dalam hal ini guru
bertugas mengukur apakah siswa sudah menguasai ilmu yang dipelajari oleh siswa
atas bimbingan guru sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.
Pembelajaran bukanlah
satu-satunya faktor yang menentukan prestasi belajar, karena prestasi merupakan
hasil kerja yang keadaannya sangat kompleks.
Apabila sekolah diumpamakan
sebagai tempat mengolah sesuatu dan calon siswa diumpamakan sebagai bahan
mentah maka lulusan dari sekolah itu dapat disamakan dengan hasil olahan yang
sudah siap digunakan. Dalam istilah inivasi yang menggunakan teknologi maka
tempat pengolahan ini disebut transformasi.
a. Input, adalah bahan
mentah yang dimasukkan ke dalam transformasi. Dalam dunia sekolah maka dimaksud
dengan bahan mentah adalah calon siswa yang baru akan memasuki sekolah.
b. Output, adalah bahan
jadi yang dihasilkan oleh transformasi. Yang dimaksud adalah siswa lulusan
sekolah yang bersangkutan. Untuk dapat menentukan apakah seorang siswa berhak
lulus atau tidak, perlu diadakan kegiatan penilain, sebagai alat penyaring
kualitas.
c. Transformasi, adalah
mesin yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi. Dalam dunia
sekolah, sekolah itulah yang dimaksud dengan transformasi. Bahan jadi yang
diharapkan, yang dalam hal ini siswa lulusan sekolah ditentukan oleh beberapa
factor sebagai akibat bekerjanya unusr-unsur yang ada yaitu sebagai berikut :
a. Siswa
sendiri
b. Guru
dan personal lainnya
c. Bahan
pelajaran
d. Metode
mengajar dan system evaluasi
e. Sarana
penunjang
f. System
administrasi
- Umpan
balik, adalah segala informasi baik yang menyangkut output maupun transformasi.
Umpan balik ini diperlukan sekali untuk memperbaiki input maupun transformasi.
2.3. Tujuan
dan Fungsi Penilaian
Fungsi
penilaian ada beberapa hal :
1. Selektif
Dengan
cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau
penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunyai berbagai tujuan
antara lain :
a. Untuk
memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu
b. Untuk
memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.
c. Untuk
memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa
d. Untuk
memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah, dsb.
2. Diagnostik
Apabila alat yang digunakan
dalam penelitian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru
akan mengetahui kelemahan siswa. Disamping itu, diketahui pula sebab musabab
kelemahan itu. Dengan mengadakan penilaian, guru mengadakan diagnosis kepada
siswa tentang kebaikan dan kelemahannya, sehingga akan lebih mudah dicari cara
untuk mengatasinya.
3. Penempatan
Untuk menentukan dengan
pasti seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu penilaian. Sekelompok
siswa yang mempunyai niali yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama
dalam belajar.
4. Pengukur
Keberhasilan
Dimaksudkan untuk
mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan, keberhasilan program
ditentukan oleh beberapa factor yaitu factor guru, metode mengajar, sarana dan
system administrasi.
2.4.
Ciri
Penilaian Pendidikan
Ciri-ciri
penilaian dalam pendidikan , antara lain adalah sebagai berikut :
1) Penilaian
dilakukan secara tidak langsung
2) Penggunaan
ukuran kuantitatif; artinya menggunakan symbol bilangan sebagai
hasil pertama pengukuran. Setelah itu
diinterpretasikan ke bentuk kualitatif.
3) Penilaian
pendidikan menggunakan, unit-unit atau satuan-satuan yang tetap.
4) Bersifat
relative; artinya tidak sama atau tidak selalu tetap dari satu waktu ke
waktu
yang lain.
5) Dalam
penilaian pendidikan itu sering terjadi kesalahan-kesalahan.
Adapun sumber kesalahan
dapat ditinjau dari berbagai factor, yaitu :
a. Terletak
pada ukurannya
Alat
yang digunakan untuk mengukur haruslah baik.
b. Terletak
pada orang yang melakukan penilaian
Hal
ini berupa :
- Kesalahan
pada waktu melakukan penilaian karena factor subjektif penilai telah
berpengaruh pada hasil pengukuran.
- Kecenderungan
dari penilai untuk memberikan nilai secara “murah atau mahal”.
- Adanya
hallo-effect, yakni adanya kesan
penilai terhadap siswa.
- Adanya
pengaruh hasil yang diperoleh terdahulu
- Kesalahan
yang disebabkan oleh kekeliruan menjumlah angka-angka hasil
penilaian.
c. Terletak
pada anak yang dinilai
- Suasana
hati akan sangat brpengaruh terhadap hasil penilaian
- Keadaan
fisik ketika siswa sedang dinilai
d. Terletak
pada situasi di mana penilaian berlangsung
- Suasana
gaduh, didalam maupun diluar ruangan dapat mengganggu konsentrasi siswa,
demikian pula tingkah laku kawan-kawan disekelilingnya akan mempengaruhi diri
siswa dalam mengerjakan soal.
- Pengawasan
penilaian.
2.5 Prosedur Evaluasi
Prosedur yang dimaksud adalah
langkah-langkah pokok yang harus ditempuh dalam kegiatan evaluasi, yaitu :
(1) Membuat perencanaan, yang meliputi :
menyusun kisi-kisi dan uji-coba,
(2) Mengumpulkan data,
(3) Mengolah data,
(4) Menafsirkan data, dan
(5) Menyusun laporan
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh
, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternative keputusan.
Mengadakan
evaluasi meliputi dua langkah yaitu mengukur (kuantitatif) dan menilai
(kualitatif).
Tujuan
atau fungsi penilaian ada beberapa hal :
1.
Selektif, dengan mengadakan
penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya
2.
Diagnostic, dengan
mengadakan penilaian, guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan
dan kelemahannya.
3.
Penempatan, untuk dapat
menentukan dimana seorang siswa ditempatkan, digunakan suatu penilaian
4.
Pengukur Keberhasilan,
untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.
Ciri
dari penilaian pendidikan adalah :
a. Dilakukan
secara tidak langsung
b. Penggunaan
ukuran kuantitatif
c. Menggunakan
unit-unit atau satuan-satuan yang tetap
d. Penilaian
pendidikan itu sering terjadi kesalahan-kesalahan
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
Suharsini.
Dasar-dasar
Evaluasi Pendidikan
.
Jakarta: Bumi Aksara. Hamalik, Oemar. 2008.
Perencanaan
Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem
.
Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto,
Suharsimi. 2008. Dasar-Dasar
Evaluasi Pendidikan. Bumi
Aksara: Bandung.
Sudijono,
Anas. 2005. Pengantar
Evaluasi Pendidikan. PT. Raja
Grafindo: Jakarta.
Elsgirl91.
2010. Makalah Subjek dan Objek Evaluasi Pendidikan. (http://elsgirl91.wordpress.com/2010/01/27/makalah-subjek-dan-objek-evaluasi-pendidikan), 23 September 2010.
Rizqi. 2009.
Pengembangan Evaluasi Belajar. (http://pinturizqi.wordpress.com/2009/12/04/pengembangan-evaluasi-pembelajaran), 23 September 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar