TUJUAN
DI DIRIKANNYA NU
DAN ARTI LAMBANG NU
Disusun guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah:
‘‘Ke NU-an ASWAJA”
Dosen Pembimbing:
Bpk. MATHORI M.Pd.I

Disusun Oleh:
MOHAMAD SAHRUL MUHAROM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM ( PAI )
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU
KEGURUAN ( FTIK )
INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN
DIPONEGORO
( IAI PD ) NGANJUK
JANUARI
2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah ,dengan
mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat
kesempatan, nikmat kesehatan, sehingga kami bisa menyelesaikan tugas yang telah diberikan dosen.
Sholawat dan salam semoga tetap
tercurahkan pada nabi kita Muhammad SAW yang kita harap syafa’atnya nanti di
hari kiamat. Dengan tugas yang di
berikan dosen, kami merasa bersyukur karena pandangan kami, dengan tugas
ini bisa memberikan dorongan pada kami dan melatih kami untuk membuat sesuatu
yang terkait dengan pembuatan makalah, ringkasan, skripsi dan sebagainya.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat
bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa
dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima
saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.
Nganjuk, 16 Januari 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
………………………………………………… 1
Daftar Isi ………………………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Tujuan
didirikan NU ……………………………………….. 3
B. Lambang
NU ……………………………………….. 4
C. Arti
lambang ……………………………………….. 4
BAB III PENUTUP
D. Kesimpulan ………………………………………………... 5
E. Saran ………………………………………………... 5
F. Daftar
pustaka ……………………………………………… 5
BAB II
PEMBAHASAN
OrganisasiKemasyarakatan
(Ormas) NahdlatulUlama (NU) didirikan salah satu tujuannya ialah untuk menolak penguasa
kerajaan dinasti Saudi untuk menyeragamkan pemahaman mengikuti ajaran atau pemahaman
ulama Najed yakni Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengikuti pola pemahaman IbnuTaimiyyah
Tujuan didirikannya NU di
antaranya adalah:
1)
memelihara,
melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal- Jamaah dengan mengikuti pola madzhab empat: Imam Hanafi,
Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hanbali,
2)
mempersatukan
langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya, dan
3)
melakukan
kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat,
kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.
Demikian latar belakang berdirinya
NU dalam perspektif keorganisasian, seperti ditulis dalam mukaddimah Aswaja
An-Nadhiyyah halaman 1.
Sementara itu,berdirinyaNU secara ideologis dan
teologis juga tidak dapat dilepaskan dari keprihatinan para kiai pesantren terhadap
masuknya ajaran-ajaran non Ahlusunahwal-Jamaah ke Indonesia yang mulai mengancama
kidah umat.Hadlratusysyaikh KH. Mohammad HasyimAsy’ari dalam kitabnya RisalahAhlus-Sunnahwal-Jamâ‘ah menyebutkan
beberapa aliran yang mulai masuk dan menyerang kaum Muslimin di Indonesia
sejaktahun 1330 H. Di antaranya adalah aliran Wahhabi dan gerakan pemikiran pembaharuan
Muhammad Abduhdanmuridnya Muhammad RasyidRidha.
Tidak dapat dipungkiri
bahwa liberalism merupakan upaya westernisasi atau pembaratan ideology dan ajaran
Islam.Liberalisme ini lahir dari rahim pemikiran Muhammad Abduh dan Wahhabi. Gerakan
pemikiran Wahhabi yang membuka kran ijtihad seluas-luasnya telah menghilangkan otoritas
para ulama mujtahid sejak generasi salaf dan diganti dengan otoritas ijtihad individu
tanpa memenuhi criteria dan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan oleh para
ulama.
Sementara Muhammad Abduh, dengan pemikirannya
yang cenderung toleran terhadap peradaban dan pemikiran Barat telah melahirkan tokoh-tokoh
liberal angkatan pertama dalam Islam pada abad 19 Masehi seperti Qasim Amin,
Thaha Husain, Muhammad Husain Haikal, Ali Abdirraziqdan lain-lain. Melalui tangan-tangan
mereka, wacana pemikiran kaum orientalis Barat yang anti Islam mulai masuk ke dalam
ranah pemikiran intelektual Muslim yang belajar di Mesir sejak pertengahan abad
20 yang lalu.Takayal apabila di kemudian hari, liberalism juga menyerang ranah pemikiran
kaum intelektual warga Nahdliyyin, yang seharusnya menjadi benteng ASWAJA.
3
B. Lambang
Dalam Anggaran Dasar NU, Pasal 4, disebutkan “Lambang Nahdlatul Ulama
berupa gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh 9
(sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis
katulisitiwa, yang terbesar diantaranya terletak di tengah atas, sedang 4
(empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah katulisitiwa, dengan
tulisan NAHDLATUL ULAMA dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola
dunia ke sebelah kiri, semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.”
C.
Arti Lambang

a. Gambar bola dunia
melambangkan tempat hidup, tempat
berjuang, dan beramal di dunia ini dan melambangkan pula bahwa asal
kejadian manusia itu dari tanah dan akan kembali ke tanah.
b. Gambar peta pada bola dunia merupakan peta
Indonesia
melambangkan bahwa Nahdlatul Ulama dilahirkan di
Indonesia dan berjuang untuk kejayaan Negara Republik Indonesia.
c. Tali yang tersimpul melambangkan persatuan yang kokoh, kuat;
Dua ikatan di bawahnya merupakan lambing hubungan
antar sesama manusia dengan Tuhan;
Jumlah untaian tali sebanyak 99 buah melambangkan
Asmaul Husna.
d. Sembilan bintang yang terdiri dari lima bintang di
atas garis katulistiwa dengan sebuah bintang yang paling besar terletak paling
atas,
melambangkan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai
pemimpin umat manusia dan Rasulullah;
Empat buah
bintang lainnya melambangkan kepemimpinan Khulaur Rasyidin yaitu Abu Bakar Ash
Shidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Empat bintang
di garis katulisitiwa melambangkan empat madzab yaitu Hanafi, Maliki, Syafii,
dan Hambali.
Jumlah bintang
sebanyak 9 (sembilan) melambangkan sembilan wali penyebar agama Islam di pulau
Jawa.
e. Tulisan Arab
“Nahdlatul Ulama”
menunjukkan
nama dari organisasi yang berarti kebangkitan ulama. Tulisan Arab ini juga
dijelaskan dengan tulisan NU dengan huruf latin sebagai singkatan Nahdlatul
Ulama.
f. Warna hijau
dan putih
warna hijau
melambangkan kesuburan tanah air Indonesia dan warna putih melambangkan
kesucian.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Tujuan
didirikannya NU di antaranya adalah:
1)
memelihara,
melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal- Jamaah dengan mengikuti pola madzhab empat: Imam Hanafi,
Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hanbali,
2)
mempersatukan
langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya, dan
melakukan
kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat,
kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.
B. SARAN
Berdasarkan keterangan tentang tujuan didirikan dan
arti lambing NU di atas saya berharap pemuda pemuda NU (muslim) dapat menelaah
dan bias melanjutkan perjuangan mempertahankan agama Islam , terutama dalam
akidah dan Akhlak yang berdasarkan ajaran-ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah .
Daftar pustaka
Ainul, Yaqin, Warga NU, Aktivis Lembaga Kajian
Islam Hanif (L-Jihan) Sidogiri.com
Ali Khaidar, ONahdlatul Ulama dan Islam
Indonesia; Pendekatan Fiqih dalam Politik, Jakarta : Gramedia, 1995,
NU selalu dihati,,,,gambar lambang nu dari proses penciptaanya saja sangat panjang dan dihasilkan dari gabungan keahlian seni, riyadhoh, dan istikharoh yang panjang
BalasHapus